Sunday, 19 June 2016

review film : (k-movie)(2004) 3-iron



Halo gaes. Apa kabar? Apa kalian bahagia hari ini? Tentu saja. Pasti kalian bahagia. Harus. Kemarin saya baru saja menonton ssebuah film yang sangat berkesan untuk saya.  Saking berkesannya film ini masuk kedalam jajaran top ten film dengan rate tinggi versi saya sendiri. Dan menurut saya film ini berada diperingkat pertama pada list rate high tersebut.
Dan ini dia film yang saya maksud
eng ing enggg
















Film korea tahun 2004 ini saya sudah tonton setuntas-tuntasnya. Awalnya saya underestimate pada film ini. Namun setelah menonton film ini secara keseluruhan rasanya  ku ingin berucap “ANJAYYYYYYY”.
Film ini berkisah tentang seorang pria yang belakang diketahui adalah seorang sarjana. Ia tak punya tempat tinggal dan selalu menyusup kedalam rumah yang ditinggal pergi pemiliknya untuk  tinggal sementara disana. Begitu terus setiap harinya. Berganti-ganti rumah

Namun suatu hari sang pria melakukan kesalahan dan bertemu dengan sang karakter wanita disebuah rumah yang ingin ia tinggali sementara. Tokoh utama wanita ini ialah seorang istri yang selalu di-kdrt-in oleh suaminya.



Pertemuan kedua tokoh utama terus berlanjut ketika sang wanita kabur bersama sang pria karena tak kuat menahan kdrt dari suaminya. Dan mulai dari sini konflik terus terjadi selama pelarian mereka. Konflik- konflik inilah nantinya yang akan mengkerucut menjadi sebuah plot twist dari film ini sendiri. Yang ga akan ketebak oleh siapapun kecuali filmmakernya dan penonton yang sudah nonton dua kali.
Mungkin kalian mengira bahwa plot twist dari film ini adalah hal yang bikin film ini berkesan buatku. Tapi menurutku yang paling berkesan buatku difilm ini adalah……
Tokoh utama pria dan wanitanya GA NGOMONG SAMA SEKALI!!!!
Anjay ga tuh…
Jadi pada film ini, tidak ada kata-kata yang keluar sedikitpun dari dua orang tokoh utama. Meski begitu alur cerita film terus berjalan dan anehnya saya ngerti ini alur cerita filmnya kemana. impressive
10 menit  awal saya kira memang belum saatnya tokoh utamanya ngomong ataupun ada narasi yang menjadi pengantar film, 20 menit kemudian ketika tokoh utama pria dan wanita bertemu belum juga ngomong apapun  dan saya masih sabar menunggu. Menit ke 30 ketika mereka berdua kabur  masih belum juga ngomong. Akhirnya dengan sedikit kesal campur penasaran.  saya memutuskan untuk menunggu mereka berdua ngomong.
Saya tunggu..  
.
saya tunggu..
.
 dan saya tunggu..
.
lah filmnya habis T.T, allah~
dan dua orang itu ga ada ngomong dan saya juga gatau nama mereka siapa!!!!
Yaallah pengen nangis karena penasaran kenapa mereka berdua bisa ga ngomong :(
Setelah menonton film ini saya merasa aneh pada diri saya sendiri. Film ini tidak ada dialog sama sekali. Tidak ada narasi.  Tapi kenapa saya masih betah nonton film ini sampai habis?
Setelah saya analisa ternyata beberapa hal yang membuat saya terkesan dan betah nonton film “bisu” ini.
Pertama, acting para kator yang memukau didukung dengan set yang ditata sedemikian rupa sehingga menceritakan konflik yang sedang terjadi. Tanpa narasi tanpa dialog dan saya tahu konflik yang tengah terjadi.

 THIS FILMMAKER IS REALLY FAKING GENIUSSSS
 Kedua,  backsound yang sesuai. Tidak berlebihan dan terdengar glommy tapi tidak menyeramkan membuat yang menonton serasa masuk kedalam dan melihat langsung film tersebut
Ketiga,  warna pada film yang menciptakan kesan sepi dan kelam disaat bersamaan. Membuat film semakin terasa dan dimengerti maksudnya.
Jadi kesimpulan saya setelah menonton film ini. Kalau dilihat dari sisi alur cerita. Kalian bisa menonton film ini sendiri dan menafsirkan apa yang kalian pahami. Saya sendiri sejujurnya belum bisa menjabarkan dengan baik apa maksud film ini. Namun jauh didalam pikiran saya menerima pesan dari film ini dengan baik.
Dan juga dari segi filmmaking. Film ini mengajarkan saya bahwa film making itu adalah proses bercerita melalui media gambar bergerak. Ketika membuat sebuah film kita tidak  mesti perlu lebay memberikan dialog-dialog ataupun narasi-narasi puitis ataupun romantis ataupun seperti terlihat bijaksana untuk membuat film tersebut memukau. Intinya….  

 Just Show don’t tell. Ciao

| Free Bussines? |

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright hafizul's blog 2010.
Converted To Blogger Template by Anshul .