Halo gaes. Apa
kabar? Apa kalian bahagia hari ini? Tentu saja. Pasti kalian bahagia. Harus. Kemarin
saya baru saja menonton ssebuah film yang sangat berkesan untuk saya. Saking berkesannya film ini masuk kedalam
jajaran top ten film dengan rate tinggi versi saya sendiri. Dan menurut saya
film ini berada diperingkat pertama pada list rate high tersebut.
Dan ini dia film
yang saya maksud
eng ing enggg
eng ing enggg
Film korea tahun 2004 ini saya sudah tonton setuntas-tuntasnya. Awalnya saya underestimate pada film ini. Namun setelah menonton film ini secara keseluruhan rasanya ku ingin berucap “ANJAYYYYYYY”.
Film ini
berkisah tentang seorang pria yang belakang diketahui adalah seorang sarjana.
Ia tak punya tempat tinggal dan selalu menyusup kedalam rumah yang ditinggal
pergi pemiliknya untuk tinggal sementara
disana. Begitu terus setiap harinya. Berganti-ganti rumah
Namun suatu hari sang pria melakukan kesalahan
dan bertemu dengan sang karakter wanita disebuah rumah yang ingin ia tinggali
sementara. Tokoh utama wanita ini ialah seorang istri yang selalu di-kdrt-in
oleh suaminya.
Pertemuan kedua tokoh utama terus berlanjut ketika sang wanita kabur bersama sang pria karena tak kuat menahan kdrt dari suaminya. Dan mulai dari sini konflik terus terjadi selama pelarian mereka. Konflik- konflik inilah nantinya yang akan mengkerucut menjadi sebuah plot twist dari film ini sendiri. Yang ga akan ketebak oleh siapapun kecuali filmmakernya dan penonton yang sudah nonton dua kali.
Mungkin kalian mengira bahwa plot
twist dari film ini adalah hal yang bikin film ini berkesan buatku. Tapi menurutku
yang paling berkesan buatku difilm ini adalah……
Tokoh utama pria dan wanitanya GA
NGOMONG SAMA SEKALI!!!!
Anjay ga tuh…
Jadi pada film ini, tidak ada kata-kata
yang keluar sedikitpun dari dua orang tokoh utama. Meski begitu alur cerita film
terus berjalan dan anehnya saya ngerti ini alur cerita filmnya kemana. impressive
10 menit awal saya kira memang belum saatnya tokoh
utamanya ngomong ataupun ada narasi yang menjadi pengantar film, 20 menit
kemudian ketika tokoh utama pria dan wanita bertemu belum juga ngomong apapun dan saya masih sabar menunggu. Menit ke 30
ketika mereka berdua kabur masih belum
juga ngomong. Akhirnya dengan sedikit kesal campur penasaran. saya memutuskan untuk menunggu mereka berdua
ngomong.
Saya tunggu..
.
.
saya tunggu..
.
.
dan saya tunggu..
.
.
lah filmnya habis T.T, allah~
dan dua orang itu ga ada ngomong dan saya juga gatau nama mereka siapa!!!!
dan dua orang itu ga ada ngomong dan saya juga gatau nama mereka siapa!!!!
Yaallah pengen nangis karena
penasaran kenapa mereka berdua bisa ga ngomong :(
Setelah menonton film ini saya
merasa aneh pada diri saya sendiri. Film ini tidak ada dialog sama sekali.
Tidak ada narasi. Tapi kenapa saya masih
betah nonton film ini sampai habis?
Setelah saya analisa ternyata
beberapa hal yang membuat saya terkesan dan betah nonton film “bisu” ini.
Pertama, acting para kator yang
memukau didukung dengan set yang ditata sedemikian rupa sehingga menceritakan
konflik yang sedang terjadi. Tanpa narasi tanpa dialog dan saya tahu konflik
yang tengah terjadi.
THIS FILMMAKER IS REALLY FAKING GENIUSSSS
THIS FILMMAKER IS REALLY FAKING GENIUSSSS
Kedua, backsound yang sesuai. Tidak berlebihan dan
terdengar glommy tapi tidak menyeramkan membuat yang menonton serasa masuk
kedalam dan melihat langsung film tersebut
Ketiga, warna pada film yang menciptakan kesan sepi
dan kelam disaat bersamaan. Membuat film semakin terasa dan dimengerti maksudnya.
Jadi kesimpulan saya setelah
menonton film ini. Kalau dilihat dari sisi alur cerita. Kalian bisa menonton
film ini sendiri dan menafsirkan apa yang kalian pahami. Saya sendiri sejujurnya
belum bisa menjabarkan dengan baik apa maksud film ini. Namun jauh didalam
pikiran saya menerima pesan dari film ini dengan baik.
Dan juga dari segi filmmaking. Film
ini mengajarkan saya bahwa film making itu adalah proses bercerita melalui
media gambar bergerak. Ketika membuat sebuah film kita tidak mesti perlu lebay memberikan dialog-dialog
ataupun narasi-narasi puitis ataupun romantis ataupun seperti terlihat
bijaksana untuk membuat film tersebut memukau. Intinya….
Just Show don’t tell. Ciao
Just Show don’t tell. Ciao


0 comments:
Post a Comment